By March 20, 2018 0 Comments Read More →

Life Begin At Forty

Life Begin at FORTY? Apa yang selalu kita dengar tentang kenyataan ‘Life Begin At Forty’ adalah satu langkah kehidupan yang lebih enjoy. Yeke?

Tapi kenyataannya ialah life begin at forty adalah satu kehidpan yang cukup matang dalam menempuh kehidupan, sudah merasai pahit manis asam garam sebuah kehidupan dan pastinya mereka yang telah menginjak ke usia setengah daripada hidup di dunia. Kita berada di zaman moden, bukan berada di zaman Rasulullah SAW. Ramai yang baru berusia 30an, sudah di jemput Allah SWT. Bersediakah kita?

Dalam usia 40an, seseorang sepatutnya mencapai puncak kehidupan yang lebih baik dari segi kematangan, intelektual, emosi mahupun spiritual. Menjadikan zaman muda sebagai satu pengalaman hidupan untuk penambaikan kehidupan pada masa akan datang. Sudah sampai masa untuk kita memikirkan sesuatu untuk kita, keluarga dan anak cucu sebagai bekalan hidup di akhirat nanti. In sha Allah..

Kalau dulu banyak yang kita gagal dalam melaksanakan urusan dalam kehidupan, kita jadikan ia sebagai sempadan untuk lebih berjaya pada masa depan. Caranya dengan berkerja lebih keras dan menambaik dari segi amalan soleh. Usia 40an ini ibarat seperti ‘matahari yang berada di atas tepat di atas kepala yang akan condong sekejap lagi ke sebelah barat dan ia akan tenggelam. Tenggelam seterusnya menjadi gelap. Dari situ kita perlukan persiapakan sesuatu untuk mendapatkan cahaya agar kita tidak akan terus gelap.

 

Ada sedikit cerita…..

Alkisah ada seorang Nabi yang sedang di kunjungi oleh Malaikat maut. Terkejut di datangi oleh seorang malaikat terlebih malaikat maut, maka sang Nabipun berkata kepada Malaikat maut tersebut : “Wahai sang pencabut nyawa, apakah engkau akan mencabut nyawaku ?” malaikat itu menjawab “ tidak wahai nabi Allah, aku datang kali ini hanya untuk mengunjungimu saja ”. Maka Nabi itupun kemudian berbincang dengan malaikat pencabut nyawa itu, dan sebelum berpisah Nabi itu berpesan kepada malaikat maut itu agar sebelum ia mencabut nyawanya nanti, tolong untuk di beritahu sebelumnya agar ia bisa mempersiapkan diri. Malaikat itupun mengiyakannya.

Hari-hari berlalu, bulan datang silih berganti dan tahunpun datang menghampiri. Suatu hari Malaikat pencabut nyawa itupun datang kembali mengunjungi Nabi Allah tersebut. Maka sang Nabi berkata “ Wahai malaikat pencabut nyawa, apakah kali ini engkau datang untuk memberitahuku kapan waktunya engkau untuk mencabut nyawaku?” Malaikat itupun menjawab “Tidak wahai Nabi Allah, aku datang kali ini untuk mencabut nyawamu”. Betapa terkejutnya sang Nabi itu dan bertanya mengapa ia tidak di beritahu sebelumnya seperti perjanjian ia dengan sang Malaikat maut itu dulu.

Maka Malaikat itupun menjawab “Wahai Nabi Allah….., bukankah sudah datang tanda tanda kedatanganku kepadamu ketika tetanggamu meninggal dunia beberapa hari yang lalu, ketika saudaramu meninggal dunia beberapa bulan yang lalu dan semuanya engkau ada di sana, lihatlah dirimu….rambut yang dulunya hitam kini berubah memutih, badanmu yang dulu gagah dan kekar kini mulai bungkuk dan rapuh, penglihatanmu mulai kabur, gigimu mulai tanggal satu persatu……dan pendengaranmu pun mulai melemah…….semuanya itu adalah tanda tanda kedatanganku wahai Nabi Allah…….cuma engkau tidak menyadarinya saja”.

Jadi, LIFE BEGIN AT FORTY bukanlah sesuatu yang harus kita pandang enteng. Tetapi adalah satu peringatan buat kita agar kita sentiasa persiapkan diri untuk menjadi lebih baik dan bersedia untuk menghadapi sesuatu yang kita tidak pasti apa akhirannya nanti. Wallahualam.

Related Post

Posted in: Kisah Kehidupan

About the Author:

Post a Comment